<marquee direction="up" onmouseover="this.stop()" scrollamount="3" onmouseout="this.start()">
<img src="https://fbcdn-sphotos-e-a.akamaihd.net/hphotos-ak-ash4/1002179_544350318953346_182099417_n.jpg" width="200" height="200" /><br />
<img src="https://fbcdn-sphotos-e-a.akamaihd.net/hphotos-ak-ash4/1002179_544350318953346_182099417_n.jpg" width="200" height="200" /><br />
<img src="https://fbcdn-sphotos-e-a.akamaihd.net/hphotos-ak-ash4/1002179_544350318953346_182099417_n.jpg" width="200" height="200" /><br />
<img src="https://fbcdn-sphotos-e-a.akamaihd.net/hphotos-ak-ash4/1002179_544350318953346_182099417_n.jpg"width="200" height="200" /></marquee>
Ilmu
Pengetahuan Alam (IPA) didefinisikan sebagai kumpulan pengetahuan yang tersusun
secara terbimbing. Hal ini sejalan dengan kurikulum KTSP (Depdiknas, 2006)
bahwa “IPA berhubungan dengan cara mencari tahu tentang alam secara sistematis,
sehingga bukan hanya penguasaan kumpulan pengetahuan yang berupa fakta, konsep,
atau prinsip saja tetapi juga merupakan suatu proses penemuan”. Selain itu IPA
juga merupakan ilmu yang bersifat empirik dan membahas tentang fakta serta
gejala alam. Fakta dan gejala alam tersebut menjadikan pembelajaran IPA tidak
hanya verbal tetapi juga faktual. Hal ini menunjukkan bahwa, hakikat IPA sebagai
proses diperlukan untuk menciptakan pembelajaran IPA yang empirik dan faktual.
Hakikat IPA sebagai proses diwujudkan dengan melaksanakan pembelajaran yang
melatih ketrampilan proses bagaimana cara produk sains ditemukan. Asy’ari,
Muslichah (2006: 22) menyatakan bahwa ketrampilan proses yang perlu dilatih
dalam pembelajaran IPA meliputi ketrampilan proses dasar misalnya mengamati,
mengukur, mengklasifikasikan, mengkomunikasikan, mengenal hubungan ruang dan
waktu, serta ketrampilan proses terintegrasi misalnya merancang dan melakukan
eksperimen yang meliputi menyusun hipotesis, menentukan variable, menyusun
definisi operasional, menafsirkan data, menganalisis dan mensintesis data.
Poedjiati (2005:78) menyebutkan bahwa ketrampilan dasar dalam pendekatan proses
adalah observasi, menghitung, mengukur, mengklasifikasi, dan membuat hipotesis.
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa ketrampilan proses dalam pembelajaran
IPA di SD meliputi ketrampilan dasar dan ketrampilan terintegrasi. Kedua
ketrampilan ini dapat melatih siswa untuk menemukan dan menyelesaikan masalah
secara ilmiah untuk menghasilkan produk-produk IPA yaitu fakta, konsep,
generalisasi, hukum dan teori-teori baru. Sehingga perlu diciptakan kondisi
pembelajaran IPA di SD yang dapat mendorong siswa untuk aktif dan ingin tahu.
Dengan demikian, pembelajaran merupakan kegiatan investigasi terhadap
permasalahan alam di sekitarnya.
Setelah
melakukan investigasi akan terungkap fakta atau diperoleh data. Data yang
diperoleh dari kegiatan investigasi tersebut perlu digeneralisir agar siswa
memiliki pemahaman konsep yang baik. Untuk itu siswa perlu di bimbing berpikir
secara induktif. Selain itu, pada beberapa konsep IPA yang dilakukan, siswa
perlu memverifikasi dan menerapkan suatu hukum atau prinsip. Sehingga siswa
juga perlu dibimbing berpikir secara deduktif. Kegiatan belajar IPA seperti
ini, dapat menumbuhkan sikap ilmiah dalam diri siswa. Dengan demikian dapat
disimpulkan bahwa hakikat IPA meliputi beberapa aspek yaitu faktual,
keseimbangan antara proses dan produk, keaktifan dalam proses penemuan,
berfikir induktif dan deduktif, serta pengembangan sikap ilmiah. Pelaksanaan
pembelajaran IPA seperti diatas dipengaruhi oleh tujuan apa yang ingin dicapai
melalui pembelajaran tersebut. Tujuan pembelajaran IPA di SD telah dirumuskan
dalam kurikulum yang sekarang ini berlaku di Indonesia.
Kurikulum
yang sekarang berlaku di Indonesia adalah Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan
(KTSP). Dalam kurikulum KTSP selain dirumuskan tentang tujuan pembelajaran IPA
juga dirumuskan tentang ruang lingkup pembelajaran IPA, standar kompetensi,
kompetensi dasar, dan arah pengembangan pembelajaran IPA untuk mengembangkan
materi pokok, kegiatan pembelajaran dan indikator pencapaian kompetensi untuk
penilaian. Sehingga setiap kegiatan pendidikan formal di SD harus mengacu pada
kurikulum tersebut.
Tujuan
pembelajaran IPA di SD menurut Kurikulum KTSP (Depdiknas, 2006) secara
terperinci adalah: (1) memperoleh keyakinan terhadap kebesaran Tuhan Yang Maha
Esa berdasarkan keberadaan, keindahan, dan keteraturan alam ciptaann-Nya, (2)
mengembangkan pengetahuan dan pemahaman konsep-konsep IPA yang bermanfaat dan
dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, (3) mengembangkan rasa ingin
tahu, sikap positif dan kesadaran tentang adanya hubungan yang saling
mempengaruhi antara IPA, lingkungan, teknologi dan masyarakat, (4)
mengembangkan ketrampilan proses untuk menyelidiki alam sekitar, memecahkan
masalah dan membuat keputusan, (5) meningkatkan kesadaran untuk berperan serta
dalam memelihara, menjaga dan melestarikan lingkungan alam dan segala
keteraturannya sebagai salah satu ciptaan Tuhan, dan (7) memperoleh bekal
pengetahuan, konsep dan ketrampilan IPA sebagai dasar untuk melanjutkan
pendidikan ke SMP atau MTs.
Ruang
lingkup bahan kajian IPA di SD secara umum meliputi dua aspek yaitu kerja
ilmiah dan pemahaman konsep. Lingkup kerja ilmiah meliputi kegiatan
penyelidikan, berkomunikasi ilmiah, pengembangan kreativitas, pemecahan
masalah, sikap, dan nilai ilmiah. Lingkup pemahaman konsep dalam Kurikulum KTSP
relatif sama jika dibandingkan dengan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) yang
sebelumnya digunakan. Secara terperinci lingkup materi yang terdapat dalam
Kurikulum KTSP adalah: (1) makhluk hidup dan proses kehidupannya, yaitu
manusia, hewan, tumbuhan dan interaksinya dengan lingkungan, serta kesehatan.
(2) benda atau materi, sifat-sifat dan kegunaannya meliputi: cair, padat dan
gas. (3) energi dan perubahaannya meliputi: gaya, bunyi, panas, magnet,
listrik, cahaya, dan pesawat sederhana. (4) bumi dan alam semesta meliputi:
tanah, bumi, tata surya, dan benda-benda langit lainnya. Dengan demikian, dalam
pelaksanaan pembelajaran IPA kedua aspek tersebut saling berhubungan. Aspek
kerja ilmiah diperlukan untuk memperoleh pemahaman atau penemuan konsep IPA
Tidak ada komentar:
Posting Komentar